Enterprise Resource Planning:Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis

Enterprise Resource Planning

Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis

Udin Wiratno

(Peresensi adalah Mahasiswa Program MBA, SBM ITB)

Setiap orang pasti sudah mengenal ERP, karena peranannya yang semakin vital didalam dunia industri. Tren pengembangan industri sekarang ini dikelola dengan sistem desentralisasi dan pembentukan alur kerja yang terintegrasi. Oleh karena itu, setiap orang di berbagai departemen harus mengetahui ERP karena pengelolaan tersebut menekankan integrasi alur kerja dari hilir ke hulu. Kekomplekan ERP masih merupakan tantangan dalam implementasi ERP. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan implementasi ERP pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Oleh karena itu, kita perlu menengok ke belakang, memahami dasar-dasar dan perkembangan ERP terlebih dahulu, memahami strategi implementasi ERP, baru mengimplementasikan ERP.

Buku Enterprise Resource Planning: Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis ditulis oleh Wawan Dhewanto. Buku ini mengupas mengenai esensi dan strategi implementasi ERP agar penerapan ERP sesuai dengan strategi bisnis perusahaan. Bab awal buku ini mengupas esensi ERP dari berbagai definisi. Kata kunci ERP dari sudut pandang definisi yaitu aspek perencanaan yang terintegrasi di suatu organisasi/perusahaan, bersifat lintas fungsional, terdiri atas berbagai fitur dengan tujuan agar dapat mengelola sumberdaya organisasi dengan lebih efisien dan dapat merespon kebutuhan pelanggan lebih baik. Dari sini baru diketahui bahwa ERP bukan semata-mata paket software. Adapun software ERP merupakan salah satu alat pendukung implementasi ERP.

Cikal bakal ERP adalah konsep Material Requirement Planning (MRP) atau perencanaan kebutuhan material. Konsep ini muncul dari proses pengolahan bill of material (BOM) atau daftar kebutuhan material yang harus disediakan untuk membuat suatu produk. Selanjutnya dari berbagai implementasi MRP dikembangkan menjadi sebuah sistem yang dirancang untuk perencanaan pekerjaan, penjadwalan inventori internal dan eksternal. Inti dari evolusi ERP untuk mempermudah pengelolaan perusahaan sesuai dengan perkembangan proses bisnis perusahaan. Jadi untuk memahami ERP berarti harus memahami proses bisnis di perusahaan manufaktur terlebih dahulu.

Proses produksi yag dilakukan oleh perusahaan pada hakikatnya merupakan proses pertambahan nilai atas suatu barang. Proses pertambahan nilai merupakan satu mata rantai yang berhubungan dari pemasok sampai ke konsumen. Pada awalnya pengelolaan proses penambahan nilai yang juga disebut supply chain dilakukan secara manual dengan menggunakan kertas. Dalam perkembangannya seiring dengan kemajuan teknologi akhirnya disadari bahwa supply chain tidak bisa berdiri sendiri. Sebagai responnya maka munculah Material Requirement Planning (MRP) yang mengintegrasikan antara proses produksi, pengadaan dan manajemen inventori. Sistem MRP berkembang lagi menjadi MRP II dan akhirnya menjadi ERP. Konsep integrasi sistem yang pernah dibangun yaitu PDM, MRP, JIT, KANBAN, CRM, dan SCM.

ERP merupakan konsep pengintegrasian fungsi-fungsi di dalam perusahaan yang penerapannya akan lebih mudah jika didukung dengan pengembangan sistem teknologi informasi yang sesuai dengan perusahaan. Bentuk ERP biasanya berupa paket sistem ERP yang terdiri dari sekumpulan modul-modul pendukung berbagai fungsi dan proses pada perusahaan. Modul ERP dirancang untuk mendukung proses dengan mengintegrasikan data pada setiap tahapan proses produksi.

Sistem ERP adalah seperangkat infrastruktur dan software yang tidak dapat dilepaskan dari aspek “best practices”, artinya mencerminkan cara terbaik dalam mengelola bisnis berdasarkan pengalaman para pelaku bisnis atau teori akademik. . Jika dipandang sebagai sebuah proses, implementasi ERP dapat dibagi menjadi tiga fase yaitu fase inisiasi, pelaksanaan, dan penyelesaian proses.

Sistem ERP merupakan sistem yang besar dan komplek, berpengaruh pada sebagian besar departemen yang merupakan pelaku proses bisnis utama dalam perusahaan. Keberhasilan implementasi sistem ERP tidak terlepas dari dukungan manajemen, keterlibatan user, dan sasaran proyek yang jelas. Untuk mengeliminasi kegagalan implementasi sistem ERP, pemahaman atas siklus hidup implementasi ERP sangat penting. Buku ini menyajikan siklus hidup implementasi ERP dalam lima fase. Fase pertama yaitu fase perencanaan, diawali dengan pembentukan komite pengarah. Komite pengarah bertugas mengidentifikasi tujuan utama dan ruang lingkup proyek ERP. Fase analisis bertugas mengevaluasi vendor yang sesuai dan merekomendasikan kepada tim pengarah. Pada fase ini idealnya menghasilkan prototype sistem ERP untuk menyimulasikan dan menunjukkan integrasi antar modul kepada user serta identifikasi kebutuhan tambahan lainnya. Fase desain, dimulai setelah perusahan memutuskan vendor. Tingkat desain tergantung pada pendekatan ERP. Pada pendekatan kostumasi perencanaan aplikasi, prototype dan database dilakukan secara intensif. Aspek lainnya yang penting adalah desain hardware, meliputi pemilihan arsitektur client-server dengan pertimbangan software yang berasal dari berbagai platform. Dan pada akhir fase ini dilakukan pelatihan pada end user. Setelah fase desain tahap selanjutnya yaitu fase implementasi.

Implementasi sistem ERP merupakan investasi perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan. Sistem ERP bisa digolongkan aset intelektual perusahaan. Mengingat sistem ERP sangat mahal maka perlu dipastikan kesuksesan implementasi ERP. Supaya implementasi sistem ERP berjalan sesuai apa yang diharapkan ERP harus disesuaikan dengan kebutuhan user, tim yang terlibat dalam implementasi sistem ERP terdiri dari orang-orang yang berpengaruh dan profesional sehingga dapat menjaga agar proyek implementasi ERP tetap berjalan, perlu dukungan dari vendor atau konsultan, serta dilakukan pelatihan secara kontinyu kepada end user.

Buku ini menjelaskan tahapan-tahapan implementasi secara terstruktur agar esensi implementasi mudah dipahami. Pemahaman atas esensi implementasi sistem ERP sangat penting karena implementasi sistem ERP akan terus berkembang seiring dengan kebutuhan perusahaan.

Buku ini juga membahas esensi cara penggunaan software ERP dari berbagai vendor. Disertai dengan alamat situs website, buku ini menyajikan karakteristik setiap software yang dibuat oleh vendor IFS, Oracle, Microsoft, SAP AG dan banyak lagi lainnya serta open source yang menyediakan paket ERP gratis. Industri modern menuntut setiap orang didalam perusahaan harus bekerja dengan sistem ERP. Oleh karena itu, pemahaman esensi ERP sangat diperlukan untuk keberhasilan implementasi sistem ERP. Dengan menjelaskan dasar ERP dan menyediakan open source buku ini mengajak pembaca untuk mencoba langsung paket sistem ERP melalui internet. Melalui karakteristik bahasa yang mudah dipahami, bahasan yang terstruktur, serta penjelasan penggunaan sistem ERP membuat buku ini sangat berguna bagi siapapun baik bagi profesional, pengguna ERP, serta orang yang ingin menambah wawasan ERP.

Judul Buku: Enterprise Resource Planning: “Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis”.

Penulis: Wawan Dhewanto dan Falahah.

Penerbit: INFORMATIKA, Bandung, 2007.

Tebal Buku: XX-238 Halaman.

One Response to “Enterprise Resource Planning:Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis”

  1. ellyna Says:

    Tolong beritahu ERP yang jelas ya.Misalnya keuntungan dan kelemahan dari ERP.Pokoknya semuanya yang berhubungan dengan ERP ya.Tolong kaci tau semua paper yang berhubungan dengan ERP ke email saya:ellyna09@yahoo.com.
    Thanks

Leave a Reply